Dharma Insight

Semua Tentang Dharma Universal

Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Dosen PTKB (Lemhannas - Ditjen Bimas Buddha Kemenag)



Bangsa Indonesia saat ini menghadapi permasalahan kebangsaan antara lain degradasi nilai-nilai kebangsaan, intoleran, kesadaran rasa semangat kebangsaan semakin memudar, krisis ideologi Pancasila. Konflik horisontal berlatar belakang SARA sudah sangat sering terjadi, dimana semua itu dapat mengarah pada disintegrasi bangsa, yang mengancam keutuhan dan eksistensi negara. Di tengah situasi tersebut pemerintah menganggap perlu diadakannya pembinaan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI dalam bentuk kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (TAPLAI). Taplai adalah kegiatan pembinaan yang bertujuan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kebangsaan pada seluruh komponen bangsa yang saat ini mulai luntur dikarenakan oleh lemahnya pendidikan dari pemerintah maupun upaya-upaya rongrongan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin merusak negara kesatuan RI.

Kementerian Agama sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas pembinaan masyarakat turut mendukung program ini. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan bagi Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTAB). Peserta kegiatan adalah 100 dosen PNS dan non PNS dari 12 PTAB seluruh Indonesia. Keduabelas PTAB tersebut yaitu: Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Nalanda, STAB Samantabadra, STAB Maha Prajna, ketiganya berasal dari Jakarta. Selanjutnya adalah STAB Negeri Sriwijaya dan STAB Dharma Widya, keduanya berasal dari  Tangerang. Dari kota lain yaitu STAB Negeri Raden Wijaya (Wonogiri), STIAB Smaratungga (Boyolali), STAB Syailendra (Semarang), STAB Kertarajasa (Malang). Ada juga yang berasal dari luar Jawa yaitu STAB Jinarakkhita (Lampung), STAB Maitreyawira (Pekanbaru), STAB Bodhi Dharma (Medan).


Tujuan kegiatan ini, seperti disampaikan oleh Deputi Bidang Taplai Mayjen Guntur Lelono, yaitu ‘memantapkan dosen PTKB yang berintegritas dalam melaksanakan peran masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsinya yang berpedoman pada empat konsensus bangsa’. Melalui kegiatan ini dosen PTKB diharapkan memahami dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar bangsa, mampu mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan kepada lingkungannya guna menanamkan karakter ke-Indonesiaan dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Taplai dibuka secara resmi pada tanggal 7 Oktober 2019 oleh Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Bentuk kegiatan Taplai adalah penyampaian materi yang berkaitan dengan Empat Konsensus Bangsa oleh para narasumber yang berkompeten. Empat konsensus bangsa yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Narasumber berasal dari Lemhannas dan para ekspert di bidangya, terdapat juga motivator. Panitia dan fasilitator berasal dari Lemhannas. Bentuk kegiatan pembelajaran di kelas yaitu mengikuti penyampaian materi dari narasumber, menyusun makalah kelompok mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dan menyajikannya dalam diskusi antar kelompok. Kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai simulasi tentang implementasi nilai-nilai kebangsaan, berbagai fun games, dan terakhir outbond. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 – 13 Oktober 2019 di Lemhannas, Jl. Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Untuk outbond dilaksanakan di Kinasih Resort Cibinong.


Seluruh peserta mengikuti setiap kegiatan dalam Taplai dengan antusias. Ruang tempat belajar yang nyaman sangat mendukung untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Narasumber yang menyampaikan materi dengan baik, serius, profesional, dan interaktif, menciptakan suasana belajar yang penuh semangat, akrab, dan gembira. Narasumber yang sebagian besar merupakan perwira tinggi TNI maupun Polri tidak terkesan kaku sama sekali, sebaliknya bersikap sangat baik, ramah, dan selalu berinteraksi dengan peserta. Seperti ketua panitia kegiatan Brigjenpol Drs. Sumadi, M.Si. yang setiap pagi di awal kegiatan selalu menyapa peserta untuk menyampaikan review materi hari sebelumnya. Bapak Sumadi selalu tampil dengan akrab dan dipenuhi dengan canda yang menghibur peserta. Demikain juga para fasilitator yang merupakan anggota TNI juga selalu memandu acara dengan ramah dan akrab. Tidak ada kesan garang sebagai seorang polisi maupun tentara. Namun demikian seluruh acara berlangsung dengan tertib dan disiplin, karena para fasilitator selalu menjaga kedisplinan dengan ketat.  Sesama peserta juga saling berkomunikasi dengan hangat karena selain sudah saling kenal, kegiatan pembelajaran maupun di luar pembelajaran memang dikondisikan agar terjaga suasana akrab diantara para peserta selalu terjaga. Kerjasama antarpeserta juga terjalin sangat baik karena 100 peserta terbagi dalam lima kelompok belajar dimana tiap kelompok terdiri dari para dosen yang berasal dari berbagai PTKB.



Pada akhir kegiatan peserta merasakan puas dan mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Hal ini seperti dikemukakan oleh perwakilan peserta yaitu Dr. Edi Ramawijaya dari STABN Sriwijaya melalui sesi pesan dan kesan dalam acara penutupan Taplai. Ia berharap kegiatan Taplai seperti ini dapat tetap dilanjutkan oleh Lemhannas dengan peserta yang lebih luas lagi. Perwakilan peserta yaitu Bapak Jo Priastana, M.Hum. dari STAB Nalanda menyerahkan karya tulis hasil kerja kelompok dosen kepada perwakilan pimpinan Lemhannas. Penutupan kegiatan juga dilengkapi dengan pengucapan Ikrar Alumni Taplai dengan maksud agar dapat bertekad mengaplikasikan ilmu yang sudah diperoleh kepada lingkungan sekitar.

Materi dari narasumber
Gubernur Lemhannas - Letjen (Purn) Agus Widjojo
Ketahanan Nasional -  Mayjen (Purn) Lumban Sianipar, S.I.P.
Wawasan Nusantara - Mayjen Mar (Purn) Eddy Oetomo, SH
Kewaspadaan Nasional - Mayjen (Purn) Dr.IGP Buana S.Ap, M.Sc.
NKRI - Laksda TNI (Purn) Bambang Darjanto
Kepemimpinan Nasional - Dr. H. Darmakusuma, M.Si.
Moderasi Beragama - Oman Fathurahman
Pengantar Nilai Kebangsaan - Dr. H. Anhar Gonggong
Revolusi Mental - Harry Gusman
Nilai Kerukunan Perspektif Buddhis -Dirjen Buddha
Bhinneka Tunggal Ika
Pancasila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar